Telok Abang - Tradisi Merayakan Hari Kemerdekaan di Kota Ini

16 Mar 2009

telok-abang

Telok Abang dan Agustus di Palembang memang tidak bisa lepas dari tradisi di kota ini, mainan yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan di mana pada tahun 1930-an saat sering di adakannya pasar malam di kawasan pinggiran sungai musi (sekarang menjadi plaza BKB) dimana pasar malam yang terbentang dari daerah hulu ke hilir (Dari Bekangdam sampai ke Gedung pasar 16 sekarang) awal kemerdekaan kita +/- tahun 1945 baru bendera merah di tambahkan di telok abang ini, memang sangat menarik dan hanya ada di kota ini dan hanya saat menjelang Agustusan, Telok abang yang awalnya hanya berbentuk pesawat terbang sekarang ini sudah banyak modifikasi ada jenis scooter, becak, bus, helikopter, tank dan lain sebahagainya.


Jalan merdeka merupakan pusat dari penjualan telok abang di mana dari depan eks hotel musi, (simpang istiqomah) sampai ke simpang 26. walaupun di tahun 2008 ini masih banyak penjual telok abang melihat kondisi ini mungkin tradisi ini akan bisa bertahan lama.

Ada juga yang lain yang berkaitan dengan Agustusan di Palembang selain Telok Abang yaitu “Telok Ukan” dan “Ketan Sepit”, di manana dua benda ini juga mengiringi setiap adanya telok abang tetapi tidak “sepopuler” telok abang.

Memanfaatkan Barang Bekas

Palembang-Telok Abang adalah mainan yang paling populer, terutama di bulan Agustus di Palembang. Mainan yang terbuat dari barang bekas ini telah digeluti puluhan tahun oleh ratusan warga Palembang sebagai usaha yang memberi penghasilan lumayan.

Ismail (55), salah satu perajin telok abang mulai merintis usahanya sejak tahun 1970-an. Bahkan membuat telok abang kini menjadi usaha keluarganya. Ia bersama anaknya, Iwan (18) dan Toni (16) dalam pembuatan telok abang ini menggunakan bahan kari kardus bekas dan gabus. Mainan telok abang ini terwujud dalam berbagai bentuk, seperti kapal layar, pesawat terbang, miniatur jembatan ampera, bahkan miniatur sepeda motor.

Telok abang ini terdiri dari telur ayam atau telur bebek yang direbus dengan “sumbo” (untuk pewarnalayang-layang) sehingga berwarna merah. Setelah itu, telur yang berwarna merah itu dipadukan dengan berbagai mainan atau hiasan berbagai bentuk yang dibuat dari kardus bekas dan kayu gabus. Jadilah dia mainan yang biasanya digemari warga Palembang, Sumsel selama bulan Agustus setiap tahunnya.

Hasil kerajinan karya Ismail, Iwan, dan Tomi dilengkapi dengan gagang bambu dan diikat dengan benang. Mainan khas ini dijajakan semarak di sepanjang jalan Kota Palembang. Biasanya momen penjualan telok abang, mendekati peringatan 17 Agustusan. Harganya berkisar Rp 15.000 hingga Rp 50.000. Bahkan untuk yang ukuran agak besar dan pembuatannya agak rumit, bisa mencapai Rp 150.000. Yang harganya mencapai Rp 150.000, misalnya, miniatur Jembatan Ampera dan kapal layar. karena membuatnya memang agak rumit dan memakan waktu cukup lama, ujar Ismail.

Ismail tidak sendirian. Sedikitnya, ada 200-an perajin serupa yang memanfaatkan momen peringatan hari kemerdekaan RI. Kegiatan ini menjadi usaha ramahan warga Palembang. Umumnya merupakan pengusaha kecil dengan modal yang minim. Setahun sekali mereka mendapatkan rezeki. Selebihnya, momen lainnya juga dimanfaatkan, seperti saat tahun tahun baru membuat terompet tahun baru.

Ismail, sedikitnya bisa menghasilkan 500 hingga 700-an unit mainan telok abang. Dia tidak menjajakan, tetapi menitipkan kepada penjual yang biasanya memajang dagangannya di pinggir jalan.


telok-abang-10
Palembang
.

Seiring pelaksanaan 17 Agustusan, yang biasanya diramaikan juga dengan perlombaan perahu hias dan perlombaan kecepatan mendayung perahu di Sungai Musi, penjualan telok abang pun semakin meningkat. Setiap tahun, selama bulan Agustus barang-barang bekas, berupa kardus dan kayu gabus yang padu dengan kertas berwarna cerah lainnya telah mendatangkan reazeki tersendiri bagi warga

Minat yang sangat tinggi terhadap telok abang membuat pemasarannya kian meluas. Pemasarannya, terkadang tidak terbatas di wilayah Palembang saja, melainkan juga ke kabupaten-kabupaten di Sumsel. Hanya saja para perajin ini berharap ada keberpihakan pemerintah membantu permodalan mereka.


TAGS Tradisi Seni Budaya Agustusan


Comment
  • Yudhi 8 years ago

    Tolong dong informasi nama, alamat, no telp pembuat telok abang. Saya butuh liputan acara tv.

-

Author

Follow Me