BKB dan Ampera Memikat Pengunjung

24 Sep 2009

Dari Seputar Indonesia
————————————
Wednesday, 23 September 2009

PALEMBANG (SI) Dua tempat favorit di Palembang, yakni Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) dan Jembatan Ampera, ramai dikunjungi wisatawan dadakan selama musim libur Lebaran ini.

Berbagai jenis kendaraan bermotor dari luar Sumatera Selatan terlihat memadati areal parkir BKB dan berjejer di atas jembatan yang selama ini menjadi landmark Kota Palembang. Bahkan, banyak di antara pengunjung menyempatkan diri berfoto dan menikmati suasana Sungai Musi dari atas jembatan kebanggaan Wong Kito itu.

Memang harus diakui, suasana di sekitar Jembatan Ampera,terutama saat malam hari,memancarkan pesona yang begitu indah dan tidak mudah dilupakan bagi pendatang. Apalagi,warna-warni cahaya lampu hias di sela-sela temaramnya bantaran aliran Sungai Musi turut memantulkan perpaduan warna menawan di permukaan air sungai dan sekitar kawasan objek wisata air tersebut.

Ya, untuk memikat pengunjung, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memang sengaja memasang berbagai aneka lampu hias di sepanjang jembatan dan di kedua menara jembatan, termasuk sekitar kawasan BKB. Namun sayang, kurangnya kesadaran para turis dadakan tersebut dan tidak adanya petugas yang berjaga sekitar kawasan membuat arus lalu lintas di jembatan menjadi macet dan terkesan semrawut.

Pasalnya,kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat yang dibawa para pelancong,kebanyakan diparkir di atas jembatan hingga menutup hampir separuh ruasjalan.Belumlagi,beberapakendaraan roda dua yang juga diparkir di pinggir trotoar jembatan turut menambah keruwetan lalu lintas di atas jembatan.

Alhasil, sejumlah pengendara yang melintas terpaksa mengurangi kecepatannya. Harum, 42, pelancong asal Jakarta, mengaku sengaja Lebaran kali ini dirayakan bersama keluarganya yang tinggal di daerah Sekip Bendung, Palembang. Menurut dia, seusai bersilaturahmi, sisa libur Lebaran sengaja dimanfaatkannya untuk mengelilingi Kota Palembang dan berbagai tempat wisata yang ada di kota tersebut.

Meski diakuinya sudah pernah mengunjungi BKB dan menikmati keindahan Sungai Musi dari atas Jembatan Ampera, dia belum pernah memandang Sungai Musi saat malam hari.Karena itulah,pada libur Lebaran kali ini,dia dan keluarganya kembali mendatangi jembatan kebanggaan masyarakat Palembang ini pada malam hari.

Ternyata benar sekali,malam hari suasana (Sungai Musi) dari sini (Jembatan Ampera) lebih indah. Lampu-lampu dari rumah dan pabrik di sepanjang Sungai Musi terlihat lebih hidup,tuturnya saat dibincangi SI kemarin malam. Harum juga mengakui, lokasi pelataran BKB dan sekitar Jembatan Ampera saat ini sudah sangat bagus penataannya.

Hanya,menurut dia,sebagaimana lazimnya tempat wisata di daerah lain,BKB dengan Jembatan Ampera masih sangat minim penjual suvenir khas Palembang. Jadi, para pelancong yang berwisata ke tempat ini sedikit kesulitan untuk mencari oleh-oleh khas Palembang.Sayangnya gak ada toko yang jual kenang-kenangan yang mengingatkan pengunjung akan Jembatan Ampera.

Memang ada yang jual, tapi lokasinya agak jauh lagi ya,sesalnya. Sementara itu,Dudi Santoso,wisatawan asal Bandung yang turut menikmati keindahan Sungai Musi, menyarankan,Pemkot Palembang harus berupaya keras menata para pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di BKB.

Pasalnya, dari sisi penempatan,para PKL tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tapi juga membuat lokasi sekitar kawasan itu menjadi kumuh. Saran saya, para PKL yang menjual makanan dan minuman ringan serta berjualan mainan diatur di tempat khusus. Jadi, kenyamanan pengunjung tidak terganggu, kata PNS di salah satu dinas di Kabupaten Bandung ini. (iwan setiawan)


TAGS Budaya Wisata


-

Author

Follow Me