• 6

    Apr

    Sekilas Tari Gending Sriwijaya & Tari Tanggai

    Gending Sriwijaya merupakan tari spesifik masyarakat Sumatera Selatan untuk menyambut tamu istimewa yang bekunjung ke daerah ini, seperti kepala negara, kepala-kepala pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang setara itu. Tari tradisional ini berasal dari masa kerajaan Sriwijaya. Tarian yang khas ini mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu. Tarian digelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak. Sedang di belakang sekali adalah penyanyi Gending Sriwijaya. Namun saat ini peran penyanyi dan musik pengiring ini sudah lebih banyak digantikan tape
  • 24

    Mar

    Kehilangan Penerus, Wayang Palembang Punah

    Kesenian tradisional wayang kulit Palembang, Sumatera Selatan, sekarang ini sudah punah karena tidak ada lagi generasi baru yang meneruskannya. Para dalang tua yang menguasai wayang dengan dialog berbahasa khas Melayu Palembang itu sudah tiada lagi. Sementara pemerintah dan lembaga kebudayaan tidak memiliki agenda konkret untuk melestarikan kekayaan tradisi itu. Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) R Amin Prabowo mengatakan, generasi muda tidak berminat untuk menekuni seni tradisi wayang Palembang karena dinilai kurang menarik, ketinggalan zaman, tidak menjanjikan penghasilan yang layak, serta kurang diapresiasi publik. Wayang Palembang, yang diperkirakan tumbuh sejak pertengahan abad ke-19 Masehi, memiliki bentuk fisik dan sumber cerita yang sama dengan wayang purwa dari Jawa
  • 18

    Mar

    Pandjat Pinang Doeloe Mainan Pendjajah

    Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia perlombaan. Di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Oleh karena batang pohon tersebut licin (karena telah diberi pelumas), para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton Pandjat Pinang Doeloe Mainan Pendjajah Arpan Rachman - Okezone PALEMBANG - Siapa yang tahu sejarahnya sejak kapan permainan panjat pinang? Emi Bachtiar (78), janda pensiunan seorang pejuang kemerdekaan di Palembang, mengungkapkan masa keci
  • 16

    Mar

    Telok Abang - Tradisi Merayakan Hari Kemerdekaan di Kota Ini

    Telok Abang dan Agustus di Palembang memang tidak bisa lepas dari tradisi di kota ini, mainan yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan di mana pada tahun 1930-an saat sering di adakannya pasar malam di kawasan pinggiran sungai musi (sekarang menjadi plaza BKB) dimana pasar malam yang terbentang dari daerah hulu ke hilir (Dari Bekangdam sampai ke Gedung pasar 16 sekarang) awal kemerdekaan kita +/- tahun 1945 baru bendera merah di tambahkan di telok abang ini, memang sangat menarik dan hanya ada di kota ini dan hanya saat menjelang Agustusan, Telok abang yang awalnya hanya berbentuk pesawat terbang sekarang ini sudah banyak modifikasi ada jenis scooter, becak, bus, helikopter, tank dan lain sebahagainya. Jalan merdeka merupakan pusat dari penjualan telok abang di mana dari depan eks hote
  • 6

    Mar

    "LAKUER Kerajinan Khas Palembang Kurang Mendapat Perhatian Masyarakat

    “Usaha kami ini perlu bantuan modal, tetapi bantuan modal kebanyakan diberikan pada pengusaha yang besar, sedangkan kami sulit untuk mendapatkannya”. Demikianlah keluhan yang dilontarkan Awaludin dan Edi, perajin lakuer di Lorong Antik, Pasar Kuto, Palembang. Mereka bekerja di sebuah ruangan sempit berukuran sekitar 12 meter persegi, pada sebuah rumah di lorong sempit, persis di belakang deretan ruko di Pasar Kuto. Untuk menemukannya juga sulit karena tidak ada papan nama lorong. Pada sekitar akhir tahun 1980-an untuk mencarinya tidaklah sulit. Hampir semua orang Palembang yang ditanya “di mana perajin lakuer”, akan menjawab: Lorong Antik! Untuk mencarinya di Jalan Pasar Kuto cukup melihat deretan ruko sebagai ruang pamer (show room) yang menjual barang-barang te
  • 4

    Mar

    Baso Pelembang Alus/Bebaso

    Peserta Lomba Cerios Baso Palembang Saat Di Festival Palembang Darussalam X 2008 SEBAGAI salah satu kekayaan budaya Palembang dan sebagai jati diri wong kito (Melayu-Palembang), Baso Pelembang Alus (bebaso) saat ini sudah hampir punah Untuk itu perlu adanya usaha melestarikan dan mendokumentasikannya sebagai wujud kepedulian kita, di antaranya dengan mengadakan kursus atau menerbitkan buku kamus. Pepatah mengatakan: Tak kenal maka tak sayang, Tak saya maka tak cinta. Untuk menumbuhkan rasa sayang dan cinta kepada Kota Palembang, terlebih dahulu kita harus mengenal sejarah dan budaya Palembang, termasuklah dalam hal bahasa. Asal Usul Baso Palembang Alus hampir menyerupai bahasa Jawa, oleh sebab itu banyak orang berasumsi bahwa bahasa Palembang berasal dari Jawa. Namun pada dasarnya tida

Author

Follow Me