• 4

    Jul

    Kerajinan Tenun Khas Palembang Lainnya

    Selain songket banyak juga jenis tenunan lain yand di hasilkan oleh masyarakat Palembang seperti yang “Tenunan Gebeng”, yang bermotifkan seperti limar patut, limar mandi, limar pocok, poleng gribik, poleng dapros, poleng es lilin dan poleng brongsong, tetapi karena susah perawatannya tenunan jenis ini banyak di tinggalkan.
  • 8

    Jun

    Tari Beremas Di pertunjukan Dul Muluk

    Tari yang merupakan simbol saat akan membuka ataupun menutup acara dan juga di tampilkan saat jedah atau istirahat ini, setiap kesenian dul muluk dari daerah memiliki tari beremas ini yang berbeda-beda gaya dan bahasa tetapi memilik kesamaan dalam tujuan.
  • 29

    Apr

    Bermula dari Syair Raja Ali Haji - Dul Muluk

    Dari manakah dulmuluk berasal? Ada beberapa versi tentang sejarah teater tradisional yang berkembang di Sumatera Selatan itu. Satu versi yang sering disebut- sebut, teater ini bermula dari syair Raja Ali Haji, sastrawan yang pernah bermukim di Riau. Penyair dan anggota Asosiasi Tradisi Lisan Sumatera Selatan, Anwar Putra Bayu, di Palembang, Selasa (28/2), mengungkapkan, salah satu syair Raja Ali Haji diterbitkan dalam buku Kejayaan Kerajaan Melayu. Karya yang mengisahkan Raja Abdul Muluk itu terkenal dan menyebar di berbagai daerah Melayu, termasuk Palembang. Seorang pedagang keturunan Arab, Wan Bakar, membacakan syair tentang Abdul Muluk di sekitar rumahnya di Tangga Takat, 16 Ulu. Acara itu menarik minat masyarakat sehingga datang berkerumun. Agar lebih menarik, pembacaan syair kemud
  • 24

    Apr

    Perlengkapan di dalam Pangkeng (Kamar) Penganten Palembang

    Perlengkapan di dalam Pangkeng (Kamar) Penganten Palembang terdiri dari : - Sarang tawon & Pliser - Beber Penetak - Bantal 7 susun di iring 5 susun & 3 susun - 2 Geguling (Bantal guling) - Ranjang (Amben) beralas Songket - Lemari Rek - Dampar : ( - Dampar tepak, - Dampar makan minum, - Dampar Sewet/baju) - Pemapak - Peti Khazana (Dubelkas) - Boon terdiri dari : ( - Manggis, - Cupu / Ponjen, - Teratai, - Patut, - Sena) - Tumbak Benderang - Bunga Langse - Lampu Stolp
  • 6

    Apr

    Sekilas Tari Gending Sriwijaya & Tari Tanggai

    Gending Sriwijaya merupakan tari spesifik masyarakat Sumatera Selatan untuk menyambut tamu istimewa yang bekunjung ke daerah ini, seperti kepala negara, kepala-kepala pemerintahan negara sahabat, duta-duta besar atau yang setara itu. Tari tradisional ini berasal dari masa kerajaan Sriwijaya. Tarian yang khas ini mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu. Tarian digelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak. Sedang di belakang sekali adalah penyanyi Gending Sriwijaya. Namun saat ini peran penyanyi dan musik pengiring ini sudah lebih banyak digantikan tape
  • 24

    Mar

    Kehilangan Penerus, Wayang Palembang Punah

    Kesenian tradisional wayang kulit Palembang, Sumatera Selatan, sekarang ini sudah punah karena tidak ada lagi generasi baru yang meneruskannya. Para dalang tua yang menguasai wayang dengan dialog berbahasa khas Melayu Palembang itu sudah tiada lagi. Sementara pemerintah dan lembaga kebudayaan tidak memiliki agenda konkret untuk melestarikan kekayaan tradisi itu. Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) R Amin Prabowo mengatakan, generasi muda tidak berminat untuk menekuni seni tradisi wayang Palembang karena dinilai kurang menarik, ketinggalan zaman, tidak menjanjikan penghasilan yang layak, serta kurang diapresiasi publik. Wayang Palembang, yang diperkirakan tumbuh sejak pertengahan abad ke-19 Masehi, memiliki bentuk fisik dan sumber cerita yang sama dengan wayang purwa dari Jawa
- Next

Author

Follow Me