• 16

    Feb

    ADAT PERNIKAHAN PALEMBANG YANG MULAI TERSISIH DI TENGAH KEMAJUAN ZAMAN.

    Adat perkawinan Palembang adalah suatu pranata yang dilaksanakan berdasarkan budaya dan aturan Palembang. Melihat adat perkawinan Palembang, jelas terlihat bahwa busana dan ritual adatnya mewariskan keagungan serta kejayaan raja-raja dinasti Sriwijaya yang mengalaimi keemasan berpengaruh di Semananjung Melayu berabad silam. Pada zaman kesultanan Palembang berdiri sekitar abad 16 lama berselang setelah runtuhnya dinasti Sriwijaya, dan pasca Kesultanan pada dasarnya perkawinan ditentukan oleh keluarga besar dengan pertimbangan bobot, bibit dan bebet. Pada masa sekarang ini perkawinan banyak ditentukan oleh kedua pasang calon mempelai pengantin itu sendiri. Untuk memperkaya pemahaman dan persiapan pernikahan, berikut ini uraian tata cara dan pranata yang berkaitan dengan perkawinan Palembang.
  • 14

    Feb

    Nobeng & Kambangan Tradisi Makan Yang Mulai Di Tinggalkan

    Ngobeng adalah salah satu tradisi kental masyarakat Palembang dalam menjalani kebersamaan, tradisi biasa dilakukan pada saat ada acara sedekahan(kendurian), pernikahan dan lain sebagainya. Ngobeng sendiri dilakukan dengan cara bersusun berdiri secara shaf, dengan mengoper makanan/hidangan ke tempat makan acara sedekahan. Maksudnya dari satu orang ke orang berikutnya. Tujuannya agar makanan cepat sampai ke tempat yang disediakan dan beban orang yang mengangkat makanan akan lebih ringan. Akan tetapi ngobeng hanya bisa kita temui di tempat acara sedekahan yang tamunya makan secara hidangan (duduk lesehan, satu hidangan 8 orang). Sayangnya adat ini sekarang sedikit sekali yang menggunakanya, lama-lama adat ini akan hilang, karena masyarakat Palembang asli sendiri lebih cenderung menggunaka
  • 13

    Feb

    Nenggung Tradisi Meninabobokkan di Palembang

    KETIKA bayi atau anak kecil sulit tidur atau terbangun terus ketika sedang tidur, maka dengan bergegas Sang Ibu akan meninabobokkannya dengan berbagai lagu yang diiramakan yang disebut nenggung. Namun, sangat disayangkan tradisi nenggung di kalangan masyarakat Palembang dan sekitarnya hanyalah tinggal kenangan. Tradisi nenggung sekarang tinggal cerita. Orang tua masa kini sudah tidak dapat lagi meninabobokkan anaknya dengan nenggung karena sudah ada penggantinya. Nenggung sudah dapat digantikan dengan berbagai lagu anak atau lagu-lagu masa kini yang tentu saja yang dapat dihapal oleh Ibu si anak. Saat ini, banyak alternatif lagu atau musik yang lebih menjanjikan, antara lain radio, kaset, CD, bahkan DVD. Wajarlah, para ibu masa kini sudah tak dapat meninabobokkan anaknya dalam belaian ata
  • 11

    Feb

    Tradisi Menamatkan Al-Quran/ Khataman Al-Quran Di Palembang Yang Mulai Di Tinggalkan Masyarakat

    Adat yang paling utama dan masih dipakai oleh anak negeri waktu itu adalah tentang pemeliharaan anak . Anak yang telah berusia kira-kira 4-5 tahun, maka ia dibawa kepada seorang ustaz untuk belajar mengaji Alquran. Orangtua atau wali anak tersebut membawa satu rago (bakul/keranjang) berisi 20 keping opak, satu tandan pisang mas, sepiring nasi gemuk (uduk) dengan sebutir telor ayam yang direbus dibenamkan di tengah-tengah nasi itu dan satu botol minyak pasang yang maknanya supaya anak itu terang hatinya. Kalau anak itu sudah dapat pertengahan Quran mengajinya, maka guru itu pun diberi pula nasi kunyit panggang ayam, opak, dan pisang mas selamatan. Setelah khatam (tamat) Alquran, apabila orangtuanya ada keluasan rezeki, maka anak itu diselamatkan tamat Quran. Waktu gurunya diberi sekurang-ku
  • 10

    Feb

    Tradisi Sunatan di Palembang Yang Mulai Punah

    Sehari atau dua hari sesudah itu, biasanya hari Selasa, anak itu disunat oleh seorang yang sudah biasa mengerjakan pekerjaan itu (dukun/manteri) yang sudah dipesan empat atau lima hari sebelumnya. Pada hari anak disunat itu dari pukul 4 pajar anak itu direndam tubuhnya (dari pinggang) kebawa) dalam pasu/paso (tempayat) yang berisi air bercampur tanah liat, supaya jangan terlampau banyak mengeluarkan darah. Sedangkan orang-orang dirumah itu tidak diatur sepanjang malam (begadang), berjaga-jaga sambil bercerita-cerita supaya jangan mengantuk. Pukul lima pagianak itu disuruh berendam di sungai dan orang pergi memanggil tukang sunat. Kalau rumahnya jauh dijemput dengan perahu. Waktu tukang sunat tersebut datang, anak itu dibawa naik, llau disunat. Biasanya anak itu disuruh duduk di atas bo
  • 10

    Feb

    Riwayat Lomba Perahu Bidar / Kenceran

    Kelahiran perahu bidar tidak terlepas dari kondisi dan situasi kota Palembang, yang dikelilingi banyak sungai beserta anaknya. Data terakhir, anak sungai yang dulunya berjumlah 108, kini tinggal 60 anak sungai. Dahulu, untuk menjaga keamanan wilayah,diperlukan sebuah perahu yang larinya cepat. Kesultanan Palembang lalu membentuk patroli sungai dengan menggunakan perahu. Ketika itu perahu berpatroli itu disebut perahu pancalang, berasal dari pancal dan lang/ilang. Pancal berarti lepas, landas dan lang/ilang berarti menghilang. Singkatnya pancalang berarti perahu yang cepat menghilang. Perahu ini dikayuh 8-30 orang, bermuatan sampai 50 orang. Memiliki panjang 10 sampai 20 meter dan lebar 1,5 sampai 3 meter. Karena bermuatan banyak orang, Pancalang juga digunakan sebagai alat angkutan tr

Author

Follow Me