• 2

    Mar

    Tradisi Setelah Melahirkan & Menggunting

    Sama seperti tradisi kelahiran di daerah-daerah lainnya di Indonesia kelahiran merupakan hal yang penuh dengan suka cita di mana pada saat ini di Palembang dulunya saat setelah kelahiran maka orang tua dari suami akan mengantarkan atau memberikan cupu-cupu kecil kepada istri dari anaknya / anak menantunya sebagai bentuk kegembiraan yang di sertai dengan beberapa lembar kain. Di Palembang di ada tradisi yang di sebut “Ngunting” (Cukuran/Marhaban), mungkin sama seperti tradisi di daerah lainnya di Indonesia saat melakukan akikah atau pemberian nama, saat Ngunting di Palembang akan terlihat bendera bendera yang berwarna-warni di mana bendera tersebut ada di lekatkan uang atau permen bahkan sebagian menggunakan telur, dan di ikuti oleh bayi yang akan di gunting rambutnya yang b
  • 23

    Feb

    Tradisi Beratib

    Acara beratib ini di laksanakan sesuai dengan waktu yang telah di tentukan ada yang di lakukan pada malam Jumat, atau selesai acara perayaan ratib samman ini sebagai bentuk suyukuran kepada Allah bahwa acara telah berjalan lancar tanpa satu halangan dan bentuk syukur terhadap karunia Allah. Ratib Samman ini lebih panjang ketimbang pembacaan Surah Yassin dan tahlilan. Sejarah Ratib Samman Syeikh Abdush Shamad al-Palimbani Dalam percaturan intelektualisme Islam Nusantara atau biasa juga disebut dunia Melayu khususnya di era abad 18 M, peran dan kiprah Syeikh Abdush Shamad Al-Palimbani tak bisa dianggap kecil. Syeikh Al-Palimbani, demikian biasa ia disebut banyak kalangan, merupakan salah satu kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara. Ketokohannya melengkapi nama-na
  • 16

    Feb

    ADAT PERNIKAHAN PALEMBANG YANG MULAI TERSISIH DI TENGAH KEMAJUAN ZAMAN.

    Adat perkawinan Palembang adalah suatu pranata yang dilaksanakan berdasarkan budaya dan aturan Palembang. Melihat adat perkawinan Palembang, jelas terlihat bahwa busana dan ritual adatnya mewariskan keagungan serta kejayaan raja-raja dinasti Sriwijaya yang mengalaimi keemasan berpengaruh di Semananjung Melayu berabad silam. Pada zaman kesultanan Palembang berdiri sekitar abad 16 lama berselang setelah runtuhnya dinasti Sriwijaya, dan pasca Kesultanan pada dasarnya perkawinan ditentukan oleh keluarga besar dengan pertimbangan bobot, bibit dan bebet. Pada masa sekarang ini perkawinan banyak ditentukan oleh kedua pasang calon mempelai pengantin itu sendiri. Untuk memperkaya pemahaman dan persiapan pernikahan, berikut ini uraian tata cara dan pranata yang berkaitan dengan perkawinan Palembang.
  • 14

    Feb

    Nobeng & Kambangan Tradisi Makan Yang Mulai Di Tinggalkan

    Ngobeng adalah salah satu tradisi kental masyarakat Palembang dalam menjalani kebersamaan, tradisi biasa dilakukan pada saat ada acara sedekahan(kendurian), pernikahan dan lain sebagainya. Ngobeng sendiri dilakukan dengan cara bersusun berdiri secara shaf, dengan mengoper makanan/hidangan ke tempat makan acara sedekahan. Maksudnya dari satu orang ke orang berikutnya. Tujuannya agar makanan cepat sampai ke tempat yang disediakan dan beban orang yang mengangkat makanan akan lebih ringan. Akan tetapi ngobeng hanya bisa kita temui di tempat acara sedekahan yang tamunya makan secara hidangan (duduk lesehan, satu hidangan 8 orang). Sayangnya adat ini sekarang sedikit sekali yang menggunakanya, lama-lama adat ini akan hilang, karena masyarakat Palembang asli sendiri lebih cenderung menggunaka
  • 14

    Feb

    Teknik Pembuatan Songket Dan Pemeliharaanya

    Kain songket merupakan mahkota seni penenunan yang bernilai tinggi. Teknik pembuatannya memerlukan kecermatan tinggi. Benang lungsi sutera dimasukkan melalui sisir tenun dan hendle utama pada rangkaian kain yang membentuk pola simetris dan diisi oleh benang sutra dan benang emas. Bahan baku kain songket Palembang ini adalah berbagai jenis benang, seperti benang kapas atau dari bahan benang sutera. Untuk membuat kain songket yang bagus digunakan bahan baku benang sutera berwarna putih yang diimpor dari India, Cina atau Thailand. Sebelum ditenun, bahan baku diberi warna dengan jalan dicelup dengan warna yang dikehendaki. Warna dominan dari tenun songket Palembang ini, merah. Namun, saat ini penenun dari Palembang sudah menggunakan berbagai warna, yaitu warna yang biasa digunakan untuk teks
  • 13

    Feb

    Nenggung Tradisi Meninabobokkan di Palembang

    KETIKA bayi atau anak kecil sulit tidur atau terbangun terus ketika sedang tidur, maka dengan bergegas Sang Ibu akan meninabobokkannya dengan berbagai lagu yang diiramakan yang disebut nenggung. Namun, sangat disayangkan tradisi nenggung di kalangan masyarakat Palembang dan sekitarnya hanyalah tinggal kenangan. Tradisi nenggung sekarang tinggal cerita. Orang tua masa kini sudah tidak dapat lagi meninabobokkan anaknya dengan nenggung karena sudah ada penggantinya. Nenggung sudah dapat digantikan dengan berbagai lagu anak atau lagu-lagu masa kini yang tentu saja yang dapat dihapal oleh Ibu si anak. Saat ini, banyak alternatif lagu atau musik yang lebih menjanjikan, antara lain radio, kaset, CD, bahkan DVD. Wajarlah, para ibu masa kini sudah tak dapat meninabobokkan anaknya dalam belaian ata

Author

Follow Me